Senin, 29 Oktober 2012
Senin, 22 Oktober 2012
batas aurat
batas aurat
LARANGAN BAGI KAUM HAWA UNTUK MEMPERLIHATKAN AURATNYA
Didalam kitab “al Mausu’ah al Fiqhiyah” disebutkan bahwa aurat adalah bagian-bagian tubuh baik laki-laki maupun perempuan yang haram disingkap atau wajib ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan. Batasan aurat tersebut berbeda-beda berdasarkan jenis kelamin dan usia, sebagaimana perbedaan tersebut terdapat pada wanita terhadap mahramnya dan bukan
mahramnya. Imam as Syarbini al Khatib mengatakan bahwa aurat adalah bagian-bagian (tubuh) yang haram untuk dilihat.”
Sedangkan batasan aurat seorang wanita muslimah dengan wanita muslimah lainnya adalah seperti batasan aurat antara lelaki dengan lelaki lainnya yaitu antara pusar dan lutut. Dibolehkan melihat seluruh tubuhnya kecuali kedua bagian tersebut. Hal demikian dikarenakan adanya kesamaan jenis kelamin dan pada umumnya tidak terdapat syahwat diantara mereka. Akan tetapi jika terdapat syahwat dan khawatir memunculkan fitnah maka hal itu diharamkan, demikian pendapat para fuqaha. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 11130)
Dengan demikian diharamkan bagi seorang wanita muslimah memperlihatkan seluruh tubuhnya kepada wanita lainnya, baik ia adalah saudara perempuannya, kawan perempuannya ataupun anak perempuannya.
وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
Artinya : “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya (aurat) kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur : 31)
Wallahu A’lam
Kamis, 11 Oktober 2012
ingin melihat video kebesaran ALLAH klik link di bawah bagus lohhh :)
http://www.ziddu.com/download/20583787/KuasaAllahSWTpadaumatya.3gp.html
http://www.ziddu.com/download/20583787/KuasaAllahSWTpadaumatya.3gp.html
mau lihat foto foto ku....... klik aja link di bawah :):):)
http://www.ziddu.com/download/20583748/index.jpeg.html http://www.ziddu.com/download/20583749/Azhilcha0224_001.jpg.html http://www.ziddu.com/download/20583750/Azhila0022_001.jpg.html http://www.ziddu.com/download/20583751/images.jpeg.html http://www.ziddu.com/download/20583752/IMG0248A.jpg.html
http://www.ziddu.com/download/20583748/index.jpeg.html http://www.ziddu.com/download/20583749/Azhilcha0224_001.jpg.html http://www.ziddu.com/download/20583750/Azhila0022_001.jpg.html http://www.ziddu.com/download/20583751/images.jpeg.html http://www.ziddu.com/download/20583752/IMG0248A.jpg.html
ingin mendengar suara syekh misyari rasied ... klik aja link di bawah :)
http://www.ziddu.com/download/20583655/114.mp3.html
http://www.ziddu.com/download/20583655/114.mp3.html
http://www.ziddu.com/download/20583630/Azrhy0054.jpg.html
ingin liat org seperti profesor download aja link di atas :)
ingin liat org seperti profesor download aja link di atas :)
http://www.ziddu.com/download/20583603/Dahsyatxharikiamat..3gp.html
kamu dapat mendownload mengenai video tentang gambaran hari kiamat...
kamu dapat mendownload mengenai video tentang gambaran hari kiamat...
Kamis, 27 September 2012
larangan berpacaran
Adab Bergaul Antara Lawan Jenis
Islam adalah agama yang sempurna, di
dalamnya diatur seluk-beluk kehidupan manusia, bagaimana pergaulan
antara lawan jenis. Di antara adab bergaul antara lawan jenis
sebagaimana yang telah diajarkan oleh agama kita adalah:
1. Menundukkan pandangan terhadap lawan jenis
Allah berfirman yang artinya, “Katakanlah kepada laki-laki beriman: Hendahlah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 30). Allah juga berfirman yang artinya,”Dan katakalah kepada wanita beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 31)
2. Tidak berdua-duaan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan (kholwat) dengan wanita kecuali bersama mahromnya.” (HR. Bukhari & Muslim)
3. Tidak menyentuh lawan jenis
Di dalam sebuah hadits, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Demi
Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama
sekali meskipun saat membaiat (janji setia kepada pemimpin).” (HR.
Bukhari). Hal ini karena menyentuh lawan jenis yang bukan mahromnya
merupakan salah satu perkara yang diharamkan di dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya
kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik
daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani dengan sanad hasan)
Jika memandang saja terlarang, tentu bersentuhan lebih terlarang karena godaannya tentu jauh lebih besar.
Salah Kaprah Dalam Bercinta
Tatkala adab-adab bergaul antara lawan
jenis mulai pudar, luapan cinta yang bergolak dalam hati manusia pun
menjadi tidak terkontrol lagi. Akhirnya, setan berhasil menjerat para
remaja dalam ikatan maut yang dikenal dengan “pacaran“. Allah
telah mengharamkan berbagai aktifitas yang dapat mengantarkan ke dalam
perzinaan. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesugguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Isra’: 32). Lalu pintu apakah yang paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!!
“hehe maaf ilustrasinya monyet……”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya
Allah menetapkan untuk anak adam bagiannya dari zina, yang pasti akan
mengenainya. Zina mata adalah dengan memandang, zina lisan adalah dengan
berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan dan berangan-angan, lalu farji
(kemaluan) yang akan membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Bukhari
& Muslim). Kalaulah kita ibaratkan zina adalah sebuah ruangan yang
memiliki banyak pintu yang berlapis-lapis, maka orang yang berpacaran
adalah orang yang telah memiliki semua kuncinya. Kapan saja ia bisa
masuk. Bukankah saat berpacaran ia tidak lepas dari zina mata dengan
bebas memandang? Bukankah dengan pacaran ia sering melembut-lembutkan
suara di hadapan pacarnya? Bukankah orang yang berpacaran senantiasa
memikirkan dan membayangkan keadaan pacarnya? Maka farjinya pun akan
segera mengikutinya. Akhirnya penyesalan tinggallah penyesalan. Waktu
tidaklah bisa dirayu untuk bisa kembali sehingga dirinya menjadi sosok
yang masih suci dan belum ternodai. Setan pun bergembira atas
keberhasilan usahanya….
Iblis, Sang Penyesat Ulung
Tentunya akan sulit bagi Iblis dan bala
tentaranya untuk menggelincirkan sebagian orang sampai terjatuh ke dalam
jurang pacaran gaya cipika-cipiki atau yang semodel dengan
itu. Akan tetapi yang perlu kita ingat, bahwasanya Iblis telah bersumpah
di hadapan Allah untuk menyesatkan semua manusia. Iblis berkata, “Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS. Shaad: 82). Termasuk di antara alat yang digunakan Iblis untuk menyesatkan manusia adalah wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.”
(HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah Iblis tidak berhasil merusak agama
seseorang dengan menjerumuskan mereka ke dalam gaya pacaran cipika-cipiki,
mungkin cukuplah bagi Iblis untuk bisa tertawa dengan membuat mereka
berpacaran lewat telepon, SMS atau yang lainnya. Yang cukup menyedihkan,
terkadang gaya pacaran seperti ini dibungkus dengan agama seperti
dengan pura-pura bertanya tentang masalah agama kepada lawan jenisnya, miss called atau SMS pacarnya untuk bangun shalat tahajud dan lain-lain.
Ringkasnya sms-an dengan lawan jenis, bukan saudara dan bukan karena kebutuhan mendesak adalah haram
dengan beberapa alasan: (a) ini adalah semi berdua-duaan, (b)
buang-buang pulsa, dan (c) ini adalah jalan menuju perkara yang haram.
Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya
serta menjauhi larangan-Nya.
batas aurat
LARANGAN BAGI KAUM HAWA UNTUK MEMPERLIHATKAN AURATNYA
Didalam kitab “al Mausu’ah al Fiqhiyah” disebutkan bahwa aurat adalah bagian-bagian tubuh baik laki-laki maupun perempuan yang haram disingkap atau wajib ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan. Batasan aurat tersebut berbeda-beda berdasarkan jenis kelamin dan usia, sebagaimana perbedaan tersebut terdapat pada wanita terhadap mahramnya dan bukan
Didalam kitab “al Mausu’ah al Fiqhiyah” disebutkan bahwa aurat adalah bagian-bagian tubuh baik laki-laki maupun perempuan yang haram disingkap atau wajib ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan. Batasan aurat tersebut berbeda-beda berdasarkan jenis kelamin dan usia, sebagaimana perbedaan tersebut terdapat pada wanita terhadap mahramnya dan bukan
mahramnya. Imam as Syarbini al Khatib mengatakan bahwa aurat adalah bagian-bagian (tubuh) yang haram untuk dilihat.”
Sedangkan batasan aurat seorang wanita muslimah dengan wanita muslimah lainnya adalah seperti batasan aurat antara lelaki dengan lelaki lainnya yaitu antara pusar dan lutut. Dibolehkan melihat seluruh tubuhnya kecuali kedua bagian tersebut. Hal demikian dikarenakan adanya kesamaan jenis kelamin dan pada umumnya tidak terdapat syahwat diantara mereka. Akan tetapi jika terdapat syahwat dan khawatir memunculkan fitnah maka hal itu diharamkan, demikian pendapat para fuqaha. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 11130)
Dengan demikian diharamkan bagi seorang wanita muslimah memperlihatkan seluruh tubuhnya kepada wanita lainnya, baik ia adalah saudara perempuannya, kawan perempuannya ataupun anak perempuannya.
وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
Artinya : “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya (aurat) kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur : 31)
Wallahu A’lam
Sedangkan batasan aurat seorang wanita muslimah dengan wanita muslimah lainnya adalah seperti batasan aurat antara lelaki dengan lelaki lainnya yaitu antara pusar dan lutut. Dibolehkan melihat seluruh tubuhnya kecuali kedua bagian tersebut. Hal demikian dikarenakan adanya kesamaan jenis kelamin dan pada umumnya tidak terdapat syahwat diantara mereka. Akan tetapi jika terdapat syahwat dan khawatir memunculkan fitnah maka hal itu diharamkan, demikian pendapat para fuqaha. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 11130)
Dengan demikian diharamkan bagi seorang wanita muslimah memperlihatkan seluruh tubuhnya kepada wanita lainnya, baik ia adalah saudara perempuannya, kawan perempuannya ataupun anak perempuannya.
وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
Artinya : “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya (aurat) kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur : 31)
Wallahu A’lam
Jumat, 21 September 2012
CARA BELAJAR YANG EFEKTIF
Tips Cara Belajar yang Baik
1. Ciptakan suasana yang kondusif
Dalam belajar, kamu harus menciptakan suasana yang kondusif, nyaman dan tenang untuk belajar.
Cara ini merupakan salah satu cara belajar yang baik karena
bagaimanapun jika ingin materi yang kamu pelajari itu bener-bener masuk
ke otakmu, kamu harus tenang dan dalam keadaan yang nyaman. Sehingga
nggak mengganggu konsentrasi. Belajar di luar ruangan mungkin adalah
pilihan yang cukup baik, karena selain lebih fresh, kita juga bisa lebih
tenang dan nggak penat dalam belajar.
2. Lihat garis besarnya dahulu
Tips cara belajar yang baik
dengan melihat garis besar materi. Jika membaca bahan pelajaran yang
baru, jangan langsung menceburkan diri kedalamnya. Kamu bisa lebih
meningkatkan pemahaman bila melihat sepintas garis besarnya. Lihatlah
semua subjudul, keterangan gambar dan ringkasan yang ada. Jik membaca
bacaan yang cukup panjang, maka bacalah dahulu kalimat pertama dari
setiap paragrafnya.
3. Buatlah catatan intisari dari bahan pelajaran
Tips
cara belajar dengan teknik meringkas intisari dari pelajaran. Kalau
kamu meringkas materi dari setiap bahan pelajaran ke dalam sebuah
catatan kecil, maka akan sangat membantumu mengingat bahan pelajaran
itu. Pada saat kamu menulisnya, kamu pasti membaca materinya lagi, bener
kan? Itu akan membuatmu cepat hafal materinya. Sebaiknya catatan itu
ditulis kedalam buku kecil atau kertas yang bisa dibawa kemana-mana,
sehingga bisa dibaca kapan dan dimanapun kamu berada. Tips Cara belajar yang baik bukan?
4. Berlatihlah tehnik kemampuan mengingat
Cara Belajar Yang Baik dengan teknik kemampuan mengingat. Agar lebih mudah kamu ingat sebaiknya materi yang akan kamu hafal itu diubah menjadi sebuah singkatan atau kata kunci (Mnemonics)
dengan formulasi yang mudah diingat-ingat. Seperti MeJiKuHiBiNiU untuk
singkatan-singkatan dari warna pelangi, yaitu Merah, Jingga, Kuning,
Hijau, Biru, Nila dan Ungu. Walaupun kamu jika menghafal langsung dalam 1
minggu sudah lupa, dengan menggunakan mnemonics seperti ini kamu bisa ingat sampai puluhan tahun lamanya.
5. Belajarlah dengan tekun dan rutin.
Tips cara belajar yang baik
dan paling ampuh adalah dengan tekun dan rutin. Belajar tepat waktu dan
serius juga sangat berpengaruh dalam peningkatan prestasi belajar,
apabila kamu jarang belajar maupun hanya belajar jika akan ada ulangan
pasti prestasinya gak akan maksimal. Jadi belajarlah dengan tekun dan
rutin selagi ada waktu untuk belajar. Juga jangan belajar dengan
tergesa-gesa pada hari terakhir sebelum ulangan, cara belajar yang baik
seperti itu hasilnya juga nggak akan maksimal.
kehidupan nabi MUHAMMAD
Kebiasaan Nabi
Kataku pula: Sifatkanlah kepadaku mengenai kebiasaannya!Jawab pamanku: Adalah Rasulullah SAW itu kelihatannya seperti orang yang selalu bersedih, senantiasa banyak berfikir, tidak pernah beristirshat panjang, tidak berbicara bila tidak ada keperluan, banyak diamnya, memulakan bicara dan menghabiskannya dengan sepenuh mulutnva, kata-katanya penuh mutiara mauti manikam, satu-satu kalimatnya, tidak berlebih-lebihan atau berkurang-kurangan, lemah lembut tidak terlalu kasar atau menghina diri, senantiasa membesarkan nikmat walaupun kecil, tidak pernah mencela nikmat apa pun atau terlalu memujinya, tiada seorang dapat meredakan marahnya, apabila sesuatu dari kebenaran dihinakan sehingga dia dapat membelanya.
Dalam riwayat lain, dikatakan bahwa baginda menjadi marah kerana sesuatu urusan dunia atau apa-apa yang bertalian dengannya, tetapi apabila baginda melihat kebenaran itu dihinakan, tiada seorang yang dapat melebihi marahnya, sehingga baginda dapat membela kerananya. Baginda tidak pernah marah untuk dirinya, atau membela sesuatu untuk kepentingan dirinya, bila mengisyarat diisyaratkan dengan semua telapak tangannya, dan bila baginda merasa takjub dibalikkan telapak tangannya, dan bila berbicara dikumpulkan tangannya dengan menumpukan telapak tangannya yang kanan pada ibu jari tangan kirinya, dan bila baginda marah baginda terus berpaling dari arah yang menyebabkan ia marah, dan bila baginda gembira dipejamkan matanya, kebanyakan ketawanya ialah dengan tersenyum, dan bila baginda ketawa, baginda ketawa seperti embun yang dingin.
Berkata Al-Hasan lagi: Semua sifat-sifat ini aku simpan dalam diriku lama juga. Kemudian aku berbicara mengenainya kepada Al-Husain bin Ali, dan aku dapati ianya sudah terlebih dahulu menanyakan pamanku tentang apa yang aku tanyakan itu. Dan dia juga telah menanyakan ayahku (Ali bin Abu Thalib ra.) tentang cara keluar baginda dan masuk baginda, tentang cara duduknya, malah tentang segala sesuatu mengenai Rasulullah SAW itu.
Kataku pula: Sifatkanlah kepadaku mengenai kebiasaannya!Jawab pamanku: Adalah Rasulullah SAW itu kelihatannya seperti orang yang selalu bersedih, senantiasa banyak berfikir, tidak pernah beristirshat panjang, tidak berbicara bila tidak ada keperluan, banyak diamnya, memulakan bicara dan menghabiskannya dengan sepenuh mulutnva, kata-katanya penuh mutiara mauti manikam, satu-satu kalimatnya, tidak berlebih-lebihan atau berkurang-kurangan, lemah lembut tidak terlalu kasar atau menghina diri, senantiasa membesarkan nikmat walaupun kecil, tidak pernah mencela nikmat apa pun atau terlalu memujinya, tiada seorang dapat meredakan marahnya, apabila sesuatu dari kebenaran dihinakan sehingga dia dapat membelanya.
Dalam riwayat lain, dikatakan bahwa baginda menjadi marah kerana sesuatu urusan dunia atau apa-apa yang bertalian dengannya, tetapi apabila baginda melihat kebenaran itu dihinakan, tiada seorang yang dapat melebihi marahnya, sehingga baginda dapat membela kerananya. Baginda tidak pernah marah untuk dirinya, atau membela sesuatu untuk kepentingan dirinya, bila mengisyarat diisyaratkan dengan semua telapak tangannya, dan bila baginda merasa takjub dibalikkan telapak tangannya, dan bila berbicara dikumpulkan tangannya dengan menumpukan telapak tangannya yang kanan pada ibu jari tangan kirinya, dan bila baginda marah baginda terus berpaling dari arah yang menyebabkan ia marah, dan bila baginda gembira dipejamkan matanya, kebanyakan ketawanya ialah dengan tersenyum, dan bila baginda ketawa, baginda ketawa seperti embun yang dingin.
Berkata Al-Hasan lagi: Semua sifat-sifat ini aku simpan dalam diriku lama juga. Kemudian aku berbicara mengenainya kepada Al-Husain bin Ali, dan aku dapati ianya sudah terlebih dahulu menanyakan pamanku tentang apa yang aku tanyakan itu. Dan dia juga telah menanyakan ayahku (Ali bin Abu Thalib ra.) tentang cara keluar baginda dan masuk baginda, tentang cara duduknya, malah tentang segala sesuatu mengenai Rasulullah SAW itu.
Rabu, 19 September 2012
puisi inspirasi
Aku
Kalau sampai waktuku‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
puisi ini merupakan sebuah inspirasi bagi saya :)
Langganan:
Postingan (Atom)



